Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

search

Flow -  Progress

Selasa, 04 Desember 2018

Penjelasan Tentang Internet Of Things (IoT)

by seftianhanafi.blogspot.com  |  in Internet of Thinks (IoT) at  Desember 04, 2018

     Perkembangan teknologi semakin pesat dari waktu ke waktu. Dulu, mungkin kita hanya bisa berimajinasi atau menonton film-film fiksi sains soal teknologi canggih. Kini, berbagai peralatan/mesin sudah dilengkapi dengan kecanggihan teknologi yang bisa memudahkan pekerjaan kita sehari-hari. Seluruh teknologi terbaru ini adalah bagian dari Internet of Things.

IoT
Apa itu Internet of Things?
     Internet of Things adalah suatu konsep dimana objek tertentu punya kemampuan untuk mentransfer data lewat jaringan tanpa memerlukan adanya interaksi dari manusia ke manusia ataupun dari manusia ke perangkat komputer.
Internet of Things leih sering disebut dengan singkatannya yaitu IoT. IoT ini sudah berkembang pesat mulai dari konvergensi teknologi nirkabel, micro-electromechanical systems (MEMS), dan juga Internet.
     IoT ini juga kerap diidentifikasikan dengan RFID sebagai metode komunikasi. Walaupun begitu, IoT juga bisa mencakup teknologi-teknologi sensor lainnya, semacam teknologi nirkabel maupun kode QR yang sering kita temukan di sekitar kita.
     Apa saja kemampuan dari IoT? Adapun kemampuannya bermacam-macam contohnya dalam berbagi data, menjadi remote control, dan masih banyak lagi yang lainnya. Sebenarnya fungsinya termasuk juga diterapkan ke benda yang ada di dunia nyata, di sekitar kita. Apa saja contohnya? Contohnya adalah untuk pengolahan bahan pangan, elektronik, dan berbagai mesin atau teknologi lainnya yang semuanya tersambung ke jaringan lokal maupun global lewat sensor yang tertanam dan selalu menyala aktif.
     Jadi, sederhananya istilah Internet of Things ini mengacu pada mesin atau alat yang bisa diidentifikasikan sebagai representasi virtual dalam strukturnya yang berbasis Internet.

Cara Kerja Internet of Things
     Cara Kerja Internet of Things itu seperti apa? Sebenarnya IoT bekerja dengan memanfaatkan suatu argumentasi pemrograman, dimana tiap-tiap perintah argumen tersebut bisa menghasilkan suatu interaksi antar mesin yang telah terhubung secara otomatis tanpa campur tangan manusia dan tanpa terbatas jarak berapapun jauhnya.
     Jadi, Internet di sini menjadi penghubung antara kedua interaksi mesin tersebut. Lalu di mana campur tangan manusia? Manusia dalam IoT tugasnya hanyalah menjadi pengatur dan pengawas dari mesin-mesin yang bekerja secara langsung tersebut.
     Adapun tantangan terbesar yang bisa menjadi hambatan dalam mengkonfigurasi IoT adalah bagaimana menyusun jaringan komunikasinya sendiri. Mengapa itu menjadi sulit dan problematik? Ini sebenarnya dikarenakan jaringannya sangatlah kompleks. Selain itu, IoT juga sesungguhnya sangat perlu suatu sistem keamanan yang cukup ketat. Disamping masalah tersebut, biaya pengembangan IoT yang mahal juga sering menjadi penyebab kegagalannya. Ujung-ujungnya, pembuatan dan pengembangannya bisa berakhir gagal produksi.

Sejarah dan Perkembangannya
     Mengingat bahwa IoT ini adalah teknologi canggih yang mampu melakukan transfer data lewat jaringan dengan interaksi yang mudah, masa depan dari pengembangannya jadi sangat menjanjikan. Kehidupan manusia sehari-harinya bisa dioptimalkan dan dipermudah dengan sensor cerdas dan peralatan pintar yang berbasis internet ini.
     Awalnya, internet itu sendiri mulai terkenal di tahun 1989. Lalu pada tahun 1990, seorang peneliti bernama John Romkey membuat suatu perangkat yang kala itu tergolong canggih. Perangkatnya adalah pemanggang roti yang bisa dinyalakan atau juga dimatikan lewat internet.
     Kemudian di tahun 1994, seseorang bernama Steve Mann menciptakan WearCam, dan pada tahun 1997-nya si Paul Saffo menjelaskan secara singkat mengenai penemuannya soal teknologi sensor dan masa depannya nanti. Barulah di tahun 1999 Kevin Ashton membuat konsep Internet of Things. Kevin ini adalah Direktur Auto IDCentre dari MIT.
     Di tahun yang sama, yaitu 1999, ditemukan mesin yang sistemnya berbasis Radio Frequency Identification (RFID) secara global. Nah, penemuan inilah yang jadi awal kepopuleran dari konsep IoT. Orang-orang, terutama pakar teknologi jadi berlomba-lomba mengembangkan teknologinya sesuai konsep IoT.
 

Aplikasi Yang Telah Menerakpan Teknologi Internet Of Things (IoT)

by seftianhanafi.blogspot.com  |  in Internet of Thinks (IoT) at  Desember 04, 2018
Gambar alat eFishery

     Selain itu, PT. Telkomsel juga mengimplementasikan konsep bike sharing di Universitas Indonesia (UI) dalam melakukan komersialisasi teknologi NB-IoT (Narrowband Internet of Things). Konsep yang ditawarkan dalam bike sharing generasi 4+ ini adalah peminjaman sepeda berbasis aplikasi smartphone, dengan didampingi penyediaan tiang atau dock parkir berbasis radio-frequency idenfitication (RFID) sehingga sepeda hanya bisa diparkirkan pada dock parkir tersebut. Pada ujicoba bike sharing di UI, pengguna melakukan scan QR codepada bagian keranjang depan sepeda melalui aplikasi Spekun, setelah itu smartlock akan terbuka secara otomatis dan sepeda siap digunakan. Dari sisi pengguna, aplikasi ini memudahkan pengguna dalam melacak ketersediaan jumlah Spekun yang ada di dock terdekat dengan pengguna.
Software eFishery


     Kemampuan menguasai teknologi IoT kini menjadi semakin urgent, melihat perkembangan kombinasi teknologi dan aktivitas manusia kedepan akan semakin intens. Serupa dengan ilmu sains lainnya, teknologi IoT ini juga terdiri dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari Research and Development (RnD), desain keteknikan, hardware, jaringan, aplikasi dan software. Kemampuan pemrograman komputer yang dikombinasikan dengan sensor, mikrokontroler, dan mendesain sistem operasi sangat berperan penting ketika teknologi tersebut berhasil diciptakan dan digunakan dengan mudah oleh pengguna. Aspek pengolahan data (big data) juga sangat dibutuhkan untuk mengadaptasikan seluruh komponen yang terkait, contohnya data rute perjalanan, jumlah kendaraan, panjang dan volume jalan raya dalam mengatasi kemacetan.
     Selain Anda dapat membaca buku-buku yang berhubungan dengan subjek tersebut di perpustakaan universitas Anda juga dapat mengenal lebih dalam tentang teknologi IoT dengan membaca buku yang tersedia di situs Amazon. Beberapa buku yang dapat dijadikan pedoman di antaranya adalah; Shaping Things, menceritakan tentang menciptakan objek dan lingkungan, Meta Products, membahas tentang fenomena abad 21 (kebangkitan Internet of Things) yang berkaitan dengan produk konsumen yang dikoneksikan dengan internet, Everyware: The Dawning Age of Ubiquitous Computing, membahas tentang bangunan pintar, furnitur pintar, dan bahkan kamar mandi pintar. Dengan semakin banyaknya jumlah buku dan teknologi mutakhir yang muncul semoga dapat membawa peradaban manusia lebih maju dan memberikan berbagai macam hal positif.


Tugas Besar Pemrograman Visual

Proudly Powered by Blogger.